Pesan WAG Bupati Yang Sebut Dokter RSNU Tuban Positif Covid-19 Resahkan Warga

Pesan WAG Bupati Yang Sebut Dokter RSNU Tuban Positif Covid-19 Resahkan Warga
Peristiwa Nasional
Isi dari percakapan Bupati Tuban di aplikasi WhatsApp grup bikin heboh warga

TUBAN - Beredarnya pesan singkat yang dibagikan oleh Bupati Tuban, Fathul Huda melalui aplikasi WhatsApp Grup yang kemudian menyebar luas menjadikan keresahan tersendiri dikalangan masyarakat Kabupaten Tuban.

Dalam percakapan tersebut, Bupati Huda meneruskan bahwa 'Dokter D** C**** RSNU positif Covid-19', kemudian Bupati menulis 'Tlg yang pernah kontak fisik dg dokter ini segera melapur'.

Percakapan tersebut kemudian di screenshot dan dibagikan secara berantai diberbagai grup WhatsApp lain.

Pernyataann itulah yang kemudian menimbulkan kegaduhan kalangan masyarakat, bahkan hingga tingkat bawah.

Kepada awak media, Bupati Tuban mengatakan bahwa, Dokter DCR sendiri saat ini telah menjalani perawatan dan di isolasi disalah satu rumah sakit di Kabupaten Lamongan, karena diduga terpapar Virus Corona usai mengikuti pelatihan pendamping jamaah haji di Surabaya, sejak tanggal 6 hingga 18 Maret 2020.

"Beberapa waktu lalu, dokter itu mengikuti pelatihan jamaah haji di Surabaya. Dan saat ini sudah di isolasi di rumah sakit," terang Bupati, Selasa, (31/03/2020).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein mengungkapkan, jika pesan WhatsApp yang dibagikan Bupati Tuban itu hanya bersifat himbauan di internal RSNU.

Pihaknya juga sangat menyayangkan jika isi dari pesan singkat tersebut bisa keluar dan menyebar luas, hingga menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat.

"Sebenarnya itu sifatnya hanya himbauan kepada internal RSNU, dan meminta kepada orang-orang yang pernah berkontak fisik dengan dokter agar periksa dan mengisolasi diri," jelas Noor Nahar menimpali Bupati Tuban.

Wabup dua periode itu menjelaskan, dokter DC merupakan dokter tamu di RSNU yang hanya bertugas dua kali dalam seminggu. Kebetulan dokter tersebut masuk dalam tim kesehatan haji 2020 dan mengikuti pelatihan di Surabaya.

"Dokter ini asli warga Lamongan dan juga bekerja disalah satu rumah sakit di sana. Saat ini yang bersangkutan tengah dirawat serta berstatus PDP," tambah Politisi kelahiran Kecamatan Rengel.

Untuk memastikan apakah dokter tersebut terinfeksi Virus Corona atau tidak. Tim medis RSUD dr Soegiri Lamongan telah melakukan tes swab. Namun hasilnya masih belum diketahui.

"Saat ini dokter itu sudah diambil sempel penyakitnya. Dan sekarang statusnya dinyatakan sebagai PDP," pungkasnya.

Sementara, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah Kabupaten Tuban dengan Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) secara bersama-sama melakukan penyemprotan disinfektan disejumlah ruas jalan seputaran Kota Tuban.


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar