SUARA INDONESIA
Banner

Buntut Kampanye Bermuatan SARA, Bawaslu Sidoarjo Didemo

SIDOARJO - Gelar demo dan unjuk rasa dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli keadilan, kesejahteraan dan Transparansi (Mapekat) di depan kantor Bawaslu Sidoarjo.

Pihaknya menginginkan agar beberapa waktu lalu atas kasus viralnya video ceramah yang diduga bermuatan konten SARA, yang dilakukan salah satu pemuka agama di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo. 

Hal tersebut memantik LSM Mapekat dan masyarakat Sidoarjo untuk segera ditindaklanjuti.

Sejumlah puluhan massa yang tergabung dalam demo tersebut untuk meminta Bawaslu segera mengeluarkan rekomendasi dugaan pelanggaran pidana pemilu.

"Bawaslu harus bersikap netral dan menjaga integritas dengan menghormati etika kampanye damai dan bersih yang telah disepakati bersama," ungkap Setiyo, koordinator aksi tersebut.

Pihaknya berharap meminta segera Bawaslu mengeluarkan rekomendasi bahwa ini adalah pidana pelanggaran pemilu dan atau dalam rekomendasi tersebut, Bawaslu menyatakan unsur dugaan ujaran kebencian, fitnah, SARA serta intoleransi dalam kehidupan beragama.

Menurut Setiyo, dalam kerja Bawaslu juga ada sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari unsur Kepolisian dan kejaksaan.

Sehingga aktor intelektual dibalik kampanye SARA itu harus ditangkap dan diseret ke meja hijau untuk memberikan efek jera bagi para perusak demokrasi.

“Kami meminta para pihak terkait untuk segera tangkap aktor intelektual yang menciderai demokrasi, dan tidak menghormati toleransi serta hak asasi manusia, karena jika tidak diberikan hukuman, maka Pilkada Sidoarjo yang diharapkan bersih bisa tercoreng", tuturnya dengan sangat tegas. Selasa (10/11/2020).

Dalam waktu sama ditanggapi Agung Nugraha SH, salah satu komisioner Bawaslu Sidoarjo, mengatakan yang bahwa ini sifatnya pengaduan pada Panwascam. Sementara Bawaslu masih memerlukan kajian lagi dalam waktu 2 hari untuk menemukan adanya unsur pidana fitnah, ujaran kebencian maupun SARA.

"Jika itu didapat maka Bawaslu akan mengeluarkan rekomendasi kepada Kapolresta Sidoarjo untuk mengambil tindakan lebih lanjut, mohon bersabar", pungkasnya. (zal)

Apa Reaksi Anda?