SUARA INDONESIA
Banner

Luapkan Kekesalan di Akun FB, Joko Umbaran Unyil Disangkakan UU ITE

SIDOARJO - Joko Ristiawan (32) warga asal Desa Trimulyo RT 004 RW 004 Kecamatan Genuk Kota Semarang. Pasalnya karena sakit hati tak bisa menyogok saat ditilang pihak Satlantas PJR Polda Jatim, tersangka unggah video ke akun facebooknya.

Joko Umbaran Unyil, nama akun facebook Joko Ristiawan, dengan narasi "Pengemis Berseragam....km759....ASU gak mau tanda tangan surat dilempar ke tanah bilang dengan cari2 kesalahan dengan alasan bak ketinggian pulak DLLAJ saja tidak mempermasalahkan ttg bak lo mmg di permasalahkan knp kok bisa KIR & BISA JALAN... KLO GAK TAU MASALAH GK NGERTI GK SAH KOMEN".

Ujaran kebencian tersebut merupakan bentuk kekesalan tersangka yang tidak terima ditilang dalam penindakan secara tegas oleh PJR Polda Jatim akibat melanggar tata cara muatan di mobilnya.

Kemudian setelah tersangka memposting tersebut, pelapor mendapatkan info di grub WhatsApp PJR Jatim II. Dengan kejadian tersebut diduga saudara Joko Ristiawan telah melakukan dugaan tindak pidana dan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

Selain itu, usai mendapatkan informasi Tim Patroli Siber Polresta Sidoarjo menemukan postingan itu. Kemudian dilakukan pelacakan melalui profil yang ada di dalam akun Facebook tersebut, dan pelaku dapat teridentifikasi.

"Dari hasil identifikasi, pelaku atas nama Joko Ristiawan (32), beralamat Kota Semarang," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, pada Senin (09/11/2020) di Mapolresta Sidoarjo.

Selain itu, tersangka saat itu kami amankan di Gresik saat mengantar ayam dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Selanjutnya, ada barang bukti yang dapat disita dari saksi Imam Machmudi berupa 1 (satu) buah flashdisk yang berupa 3 (tiga) file Screenshot postingan akun Facebook atas nama Joko Umbaran Unyil, 3 (tiga) lembar print out postingan , dan 1 (satu) Bendel tilangan dengan Barang Bukti SIM milik Joko Ristiawan.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka Joko Ristiawan Bin Subari berupa 1 (satu) buah CD berisi file Ekstract akun Facebook atas nama Joko Umbaran Unyil dan 1 (satu) buah handphone merk Oppo A3S warna ungu.

Dengan begitu tersangka diamankan akibat postingannya. Kemudian Pasal yang disangkakan terhadap tersangka Joko Ristiawan Bin Subari tersebut diatas telah diduga keras melakukan tindak pidana. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda 1 M.

Disamping itu Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat, ketika anggota melakukan kegiatan penindakan pelanggar lalu lintas di jalan agar jangan mencoba-coba untuk melakukan atau memberikan sesuatu apapun untuk mempengaruhi anggota. sehingga bila di tilang harus diterima dengan baik dan melakukan pembayaran denda tilang di pengadilan.(zul)

Apa Reaksi Anda?