SUARA INDONESIA
Banner

Sejumlah Pihak Dukung Pelaksanaan Pilkades Serentak 2020 Sidoarjo

Sidoarjo, Suaraindonesia.co.id – Sebagai upaya dalam persiapan Pilkades serentak gelombang ketiga Kabupaten Sidoarjo, tahapan baru pelaksanaan sudah mulai digodok oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) di gedung Setda Sidoarjo bersama stakeholder. Jum'at (20/11/2020).

Sebelumnya, tahapan Pilkades sempat terhenti karena masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dari 30 Maret hingga 26 Oktober 2020.

Dijelaskan oleh Suprayitno, selaku Kepala bidang Pemerintah Desa mengatakan, tahapan pilkades kali ini telah dibentuk sejumlah 174 dari 175 panitia desa peserta Pilkades serentak gelombang ketiga. Kemudian satu Desa tidak dapat menetapkan calon Kadesnya, dengan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) 646.265 pemilih.

Selain itu, dari 174 desa yang telah melakukan penetapan bakal calon kepala desa menjadi Calon Kepala Desa (Cakades), ada 2 desa yang mendapat gugatan dari bakal calon yang mendaftar, yakni Desa Prasung Buduran dan Desa Sebani Tarik.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkades ini tetap mengacu pada protokol kesehatan. Dimana dukungan dari Pemkab Sidoarjo, rapid test panitia pilkades beserta aparat TNI/ Polri, Linmas, Satpol PP serta petugas tambahan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Untuk APBDes mengalokasikan anggaran recofusing Covid-19 untuk TPS pada saat pelaksanaan.

Dalam kesempatan sama, Pujiono, dari Komisi A DPRD Kabuoaten Sidoarjo mengharapkan, bahwa Pilkades ini tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2020. Dan protokol kesehatan harus tetap dilakukan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada dampak negatif.

"Kalau ini ditunda, mungkin tidak dilaksanakan di tahun 2020, dan dampaknya sangat besar. Selain itu, kasihan Cakades yang terbebani akibat dampak ekonomi dan sosial yang begitu besar", lanjut Pujiono.

Sementara itu, menurut Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Ainur Rahman, mengungkapkan, kebijakan pilkades ini ada 2 opsi yang dipilih oleh kabupaten/ kota peserta pilkades serentak, ada yang memilih dilaksanakan di tahun 2020 ada yang ditahun 2021.

“Kabupaten Sidoarjo telah menetapkan pilkades akan kita laksanakan tanggal 20 Desember 2020 dengan Keputusan Bupati,” ungkap Ainur.

Dikatakannya, khusus Sidoarjo, pada bulan Desember juga melaksanakan Pilkada itu juga yang menyita tenaga dan perhatian kita. Sehingga harus berbagi dalam pesta demokrasi untuk menetapkan pimpinan kita.

Ditambahkan juga oleh Sekretaris Dinas PMD, Probo Agus Sunarno, menuturkan, bahwa hasil sharing dari para camat terkait persiapan teknis dan non teknis pelaksanaan pilkades di masing -masing desa. Yakni selain mencegah timbulnya cluster baru covid 19, juga waspada terhadap L Nina. Karena wilayah sidoarjo berpotensi badai La Nina.

"Intinya semua desa yang melaksanakan pilkades telah mempersiapkan dengan matang mulai dari protokol kesehatan hingga antisipasi jika turun hujan dan banjir ", pungkasnya.(zul)

Apa Reaksi Anda?